pola asuh selebriti

Pola Asuh Selebriti yang Sedang Menjadi Trend

Pola asuh selebriti saat ini tengah menjadi trend. Tren inilah yang tidak jarang diikuti oleh para penggemar. Bahkan penggemar yang sudah mempunyai keluarga, memilih pola asuh anak yang berbeda dari orang lain.

Sebagian besar selebriti Indonesia ini mempunyai pola asuh anak yang anti mainstream. Namun, walaupun memiliki alasan tersendiri. Berikut beberapa pola asuh yang digunakan selebristi.

Baca Juga : Olahraga Unik di Dunia yang Belum Banyak Diketahui

Pola asuh Selebriti yang Anti Mainstream

pola asuh selebriti

Pola asuh yang diterapkan oleh Selebriti sering mengundang pujian dari para penggemar. Bahkan, tidak lepas dari kritikan sampai kecaman. Adapun pola asuh dari selebriti anti mainstream, bisa kamu simak di bawah ini.

1. Andien Aisyah

Andien telah memutuskan untuk menerapkan metode BLW (baby led weaning) atau pemberian makanan padat secara mandiri terhadap putranya. Kawa saat ini sudah berusia kurang 5,5 dari bulan.

Pola asuh selebriti ini mengundang banyak sekali komentar. Tidak hanya dari warganet, namun ada beberapa praktisi kesehatan terlihat ikut mengomentari pola makan yang diterapkan oleh Andien.

Namun, Andien tetap bersikukuh pada pendiriannya. Beliau bahkan tetap menjalankan metode BLW untuk MPASI dini Kawa. Andien tidak menjalankan metode seperti ini secara tiba-tiba. Namun dia sudah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak.

Andien mempercayai bahwa metode yang diterapkannya pada Kawa, dapat membantu perkembangan motorik. Benar saja, motorik Kawa saat ini berkembang secara pesat.

Pada umur 8 bulan, Kawa sudah dapat mengangkat sepotong besar semangka dengan tangan mungilnya. Idealnya, MPASI bayi memang dimulai saat bayi berusia 6 bulan.

Hal ini sudah dianjurkan oleh World Health Organization (WHO). Awal MPASI dengan pemberian makanan yang bertekstur halus, seiring dengan perkembangan umur. Di mana akan terus naik teksturnya ke yang lebih kasar sampai akhirnya ke makanan padat.

Namun, banyak sekali juga khalayak umum yang tidak setuju. Hal ini karena pemberian MPASI dengan metode BLW pada usia yang belum menginjak 6 bulan, dikhawatirkan akan membuat dapat buah hati tersedak.

2. Atiqah Hasiholan

Pola asuh selebriti anti mainstream juga telah dilakukan oleh pasangan Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto. Berbeda halnya dengan pasangan suami istri pada umumnya yang ingin mengetahui jenis kelamin anak.

Keduanya justru memilih untuk tidak mengetahui jenis kelamin anaknya melalui USG. Hal ini karena keduanya jenis kelamin anaknya menjadi kejutan ketika lahir nanti. Atiqah dan Rio juga menerapkan pola asuh yang berbeda dari biasanya, setelah Salma Jihane Dewanto lahir.

Apabila biasanya, para orang tua yang mempunyai anak perempuan akan langsung menindik telinganya untuk dipasangkan anting-anting. Atiqah dan Rio malah tidak melakukannya. Keduanya sengaja tidak menindik dan memasangkan anting-anting di telinga Salma.

Hal ini bukan tanpa alasan, Atiqah tidak menindik telinga Salma karena ingin membiarkan putrinya memilih sendiri sesuatu sendiri. Pola asuh ini juga diterapkan oleh para orang tua di Amerika Serikat.

3. Oki Setiana Dewi

Pola asuh selebriti anti mainstream berikutnya adalah Oki Setiana Dewi. Oki dan suaminya Ory Vitrio telah memutuskan untuk tidak memberikan imunisasi kepada anak-anaknya. Jadi pada saat bayi baru lahir akan langsung diberikan suntikan imunisasi Hepatitis B. Oki tidak membebaskan bayi-bayinya diberikan imunisasi.

Oki sendiri memang tidak mengakui secara terang-terangan bahwa dirinya tidak memberikan imunisasi kepada anaknya. Namun, pada saat wabah campak mewabah, anak-anak Oki ikut terserang penyakit tersebut dan harus dirawat di rumah sakit.

Pada saat itu,Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan dirinya sudah pernah mengingatkan Oki untuk mengimunisasi anaknya.

Sekian informasi terkait tiga artis yang menerapkan pola asuh yang berbeda dari orang tua umumnya. Kamu bisa menerapkan pola asuh selebriti ini jika merasa masih wajar.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *